Pusat DOD, Itik / bebek tervaksin flu burung, Telur Asin, dan Mesin Tetas di Tangerang, Banten dan Jakarta
Rabu, 27 Mei 2015
Vaksinasi AI tahap 1 tahun 2015
Kelompok ternak Nurbarokah kembali melakukan vaksinasi untuk itik / bebek dara. vaksinasi dilakukan untuk mencegah penyakit flu burung. kegiatan Vaksinasi ini bekerja sama dengan Balai Keswankesmavet provinsi Banten.
Kegiatan ini dilakukan tanggal 26 Mei 2015 dengan jumlah populasi 500 ekor.
Minggu, 28 Desember 2014
waspada flu burung, Surveilans Avian Influenza dan Kesmavet
Tangerang, Senin 22
Desember 2014. Flu burung masih menjadi momok menakutkan bagi peternak unggas. Berbagai
upaya dilakukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk pemantaun
rutin di lapangan terkait penyakit yang satu ini. Salah satunya adalah Balai
Veteriner Subang sebagai lembaga di bawah Kementan yang fokus terkait masalah penyakit
hewan.
Satu tim Surveilans Avian Influenza dan Kesmavet datang ke lokasi
peternakan kami. Tim yang dipimpin oleh drh. Ali Rahman kemudian diajak ke empat titik lokasi itik
petelur untuk mengambil sample darah dan sebagainya. Untuk diketahui bahwa itik
yang ada di kami sebelumnya telah tervaksin AI, uji ini untuk mengetahui apakah
antibody pada itik masih kuat atau sebaliknya, juga untuk melakukan pencegahan
penyebaran virus flu burung.
Setelah selesai akhirnya tim pun pergi menuju ke lokasi peternak
lain di kecamatan sepatan.
Rabu, 12 November 2014
Distanak Banten Anjurkan Masyarakat Kembangkan Ternak Itik
Serang
(AntaraBanten) - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten
menganjurkan masyarakat daerah itu mengembangkan ternak itik atau bebek
karena prospek menjanjikan, permintaan tinggi dan tidak sulit
mengusahakannya.
"Belakangan
ini masyarakat Banten gemar mengonsumsi daging bebek sehingga tidak
heran kalau banyak rumah makan yang khusus menjual bebek goreng atau
sate bebek bermunculan dimana-mana," kata Kepala Bidang Produksi
Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten, H
Asep Nugraha di Serang, Selasa.
Asep
didampingi Kepala Seksi Pengembangan Produk Peternakan Saiful Bahri
mengatakan memelihara itik pedaging atau petelur tidak begitu sulit
dibandingkan memelihara ayam ras, karena pada umumnya itik tahan
terhadap penyakit dan tidak memerlukan kandang khusus.
Salah
satu jenis itik pedaging yang saat ini banyak diminati dan mulai
dikembangkan adalah itik serati atau tiktok, yang dihasilkan dari
perkawinan silang antara entok jantan dan itik petelur betina melalui
proses inseminasi buatan (IB).
Pemeliharaan
itik serati atau tiktok sebagai itik pedaging memiliki beberapa
keunggulan, yaitu cepat tumbuh sehingga bobot potong lebih besar,
tekstur daging lebih empuk dan tidak amis, serta kadar lemaknya rendah
yaitu hanya 1,5 persen. Selain itu, masa pemeliharaan juga relatif
pendek yaitu 8-10 minggu.
Ia
mengatakan itik serati atau tiktok relatif tahan terhadap penyakit,
karena daya adaptasinya lebih baik terhadap perubahan lingkungan.
Penyakit timbul sebagai akibat tidak berfungsinya faktor utama dengan
baik, yaitu sanitasi, biosecurity, manajemen serta perubahan lingkungan
terutama cuaca dan suhu.
Penyakit
utama itik pedaging hampir sama dengan jenis unggas lainnya, yaitu
"sallmonellosis" yang disebabkan bakteri "salmonella typhimurium" dan
entritidis botulismus yang disebabkan oleh bakteri "clostridium
botulinum, fowl cholera, fowl pox, influenza, avian chlamydiasis,
coccidiosis dan lainnya.
Pencegahan
penyakit itik pedaging, lanjut dia, dapat dilakukan melalui peningkatan
kebersihan dan sanitasi kandang yang baik, vaksinasi dan meningkatkan
kualitas pakan. Sedangkan yang sudah terserang dapat diberikan
antibiotik seperti sulfadimidin, furasolidine, tetramysin, spreptomycin,
oxytetrasiklin dan lainnya.
Selain
itik tiktok, jenis itik lain yang dapat dipelihara oleh peternak Banten
adalah itik jenis damiaking (itik petelur), itik duo (juga itik
petelur).
Asep
mengatakan populasi itik di Banten pada tahun 2013 mencapai 2,05 juta
ekor, sebagian besar berada di kabupaten Serang (1,4 juta ekor) dan
Kabupaten Tangerang (384.100 ekor), sedangkan itik manila berjumlah
409.700 ekor.
Jumlah
itu meningkat dibandingkan tahun 2012 yang hanya mencapai 1,7 juta
ekor, dan pada 2014 diprediksi akan mengalami peningkatan sebanyak 2,1
juta ekor.
Sementara
itu jumlah itik manila mengalami penurunan dibandingkan tahun 2012 yang
mencapai 761,600 ekor, dan pada 2014 diperkirakan naik sedikit menjadi
424.900 ekor dibandingkan tahun 2013.
sumber: http://banten.antaranews.com/berita/21709/distanak-banten-anjurkan-masyarakat-kembangkan-ternak-itik
sumber: http://banten.antaranews.com/berita/21709/distanak-banten-anjurkan-masyarakat-kembangkan-ternak-itik
Jumat, 03 Oktober 2014
Pedoman Budi Daya Itik Pedaging dan Pedoman Budi Daya Itik Petelur yang Baik
Kementrian Pertanian kembali mengeluarkan peraturan terbaru terkait tata cara pembudidayaan itik. peraturan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 32/Permentan/OT.140/2/2014 Tanggal 24 Februari 2014 Tentang Pedoman Budi Daya Itik Pedaging dan Pedoman Budi Daya Itik Petelur yang Baik. Pedoman ini merupakan pengganti Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 35/ Permentan/OT.140/3/2007 Tentang Pedoman Budi Daya Itik Petelur Yang Baik dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 36/Permentan/OT.140/3/2007 Tentang Pedoman Budi Daya Itik Pedaging Yang Baik.
Tidak banyak perubahan signifikan dalam pedoman baru ini, bagi anda yang ingin mengetahui tentang Pedoman Budi Daya Itik Pedaging dan Pedoman Budi Daya Itik Petelur yang Baik terbaru dapat membacanya di link berikut ini:
http://budidaya.ditjennak.deptan.go.id/upload/data/gfp_itik_edit.pdf
Selasa, 16 September 2014
Penyakit AVIAN INFLUENZA (AI)
AVIAN INFLUENZA (AI)
Sinonim : Flu Burung , Bird Flu
A. PENDAHULUAN
Avian influenza (AI) merupakan penyakit viral akut pada unggas yang disebabkan oleh virus influenza type A subtipe H5 dan H7. Semua unggas dapat terserang virus influenza A, tetapi wabah AI sering menyerang ayam dan kalkun. Penyakit ini bersifat zoonosis dan angka kematian sangat tinggi karena dapat mencapai 100%.
Jumat, 08 Agustus 2014
Vaksinasi Itik di Nurbarokah dan Plasma
Penyakit flu burung masih
menghantui dunia peternakan Indonesia, terlebih saat flu burung menyerang itik.
Itik yang sebelumnya menjadi hewan ternak yang kenal akan penyakit ayam juga
ikut terkena serangan penyakit ini. Ribuan ekor itik mati dan petani merugi
akibat serangan virus ini.
Secara teori tidak ada obat untuk
penyakit yang disebabkan oleh virus. Meski demikian, virus flu burung dapat
dicegah dengan biosecurity yang baik dan vaksinasi. Pada hari kamis tanggal 7
Agustus kemarin, kami melakukan vaksinasi untuk itik betina yang akan siap
produksi telur. Vaksinasi ini dilakukan dengan bantuan dari Tim Rescue UPT
Balai Kesehatan Hewan dan Kesmavet Provinsi Banten.
Pada tahap awal baru divaksin
sebanyak 800an ekor itik betina, rencananya tahap kedua akan dilakukan kembali
vaksinasi untuk 4000an ekor itik betina. Selain vaksinasi, kami juga diberikan
pengarahan bahwa penyakit flu itik tidak datang sendiri, pasti ada yang
membawanya. Flu itik bisa dibawa oleh peternaknya sendiri, itik baru dari
tempat yang endemik flu burung, peralatan makan, pedagang keliling. Makanya
perlu dibatasi orang yang masuk ke kandang itik. Pisahkan juga itik yang baru
datang ke kandang isolasi selama 2 minggu, tidak langsung dicampur ke itik yang
sudah lama dimiliki.
Rabu, 02 Juli 2014
Rahasia menghilangan apek dan bau amis pada bebek.
Daging bebek
yang sangat gurih dengan tekstur dagingnya yang khas (lebih kasar dibandingkan
dengan daging ayam) memang sangat menggugah selera. Daging bebek juga luwes
direka-reka menjadi aneka makanan yang menggugah selera dan memikat lidah.
Meski demikian, ada sebagian orang yang kurang suka dengan aroma bebek yang
kurang enak, agak apek. Sebenarnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan jika kita
tahu rahasia mengolah daging bebek. Berikut ini tipsnya:
- 1. Sebaiknya beli bebek dalam keadaan hidup. Satu jam sebelum disembelih, beri bebek 1 sdm cuka yang sudah dicairkan dengan cara diminumkan. Sembelih bebek lalu bersihkan bulunya hingga bersih. Agar tidak repot, anda bisa memesan langkah-langkah ini kepada kami.
- 2. Untuk menghilangkan bau amisnya remas-remas daging bebek dengan asam jawa/ air jeruk nipis/ cuka masak lalu diamkan selama 1 jam. Bilas hingga bersih, tiriskan. Daging bebek siap dihidangkan.
Langganan:
Postingan (Atom)







