Pusat DOD, Itik / bebek tervaksin flu burung, Telur Asin, dan Mesin Tetas di Tangerang, Banten dan Jakarta
Tampilkan postingan dengan label kesehatan hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan hewan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Telur itik sebagai sumber protein pilihan

Telur sudah menjadi salah satu sumber protein manusia. Harganya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dengan daging sapi, maupun ayam. Namun kandungan gizinya tak kalah dari dua komoditas di atas.
Jenis telur banyak, seperti telur itik, puyuh, ayam, dll. Pada postingan kali ini akan dibahas tentang perbandingan antara telur itik dengan telur ayam.

Berikut perbandingan lengkap antara telur bebek VS. Telur ayam yang dikutip dari laman www.carakhasiatmanfaat.com:

Jumat, 14 Agustus 2015

Vaksinasi lanjutan dan PKL mahasiswa IPB


Tangerang. Kelompok ternak Nurbarokah sebagai sumber penghasil bibit itik / bebek petelur di provinsi Banten terus berupaya meningkatkan kualitas produk dengan itik tervaksin AI  (flu burung), sebagai mana diketahui bahwa flu burung yang disebabkan oleh virus AI merupakan momok menakutkan bagi peternak unggas.
Kegiatan vaksinasi ini dilakukan bekerjasama sama dengan Balai Keswankesmavet provinsi Banten, selain itu kegiatan yang dilakukan pada hari rabu, 12 Agustus 2015 ini melibatkan beberapa mahasiswa fakultas kedokteran hewan IPB yang sedang PKL.
Setidaknya lebih dari seribu ekor itik yang divaksin di dua titik. Selain vaksinasi juga dilakukan pengambilan darah untuk uji titer antibodi dari itik yang sebelumnya sudah divaksin. Hasil uji lab digunakan sebagai syarat mendapatkan SKKH untuk itik yang akan dikirim keluar kabupaten Tangerang.

Minggu, 28 Desember 2014

waspada flu burung, Surveilans Avian Influenza dan Kesmavet



Tangerang, Senin  22 Desember 2014. Flu burung masih menjadi momok menakutkan bagi peternak unggas. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk pemantaun rutin di lapangan terkait penyakit yang satu ini. Salah satunya adalah Balai Veteriner Subang sebagai lembaga di bawah Kementan yang fokus terkait masalah penyakit hewan.
Satu tim Surveilans Avian Influenza dan Kesmavet datang ke lokasi peternakan kami. Tim yang dipimpin oleh drh. Ali Rahman  kemudian diajak ke empat titik lokasi itik petelur untuk mengambil sample darah dan sebagainya. Untuk diketahui bahwa itik yang ada di kami sebelumnya telah tervaksin AI, uji ini untuk mengetahui apakah antibody pada itik masih kuat atau sebaliknya, juga untuk melakukan pencegahan penyebaran virus flu burung.
Setelah selesai akhirnya tim pun pergi menuju ke lokasi peternak lain di kecamatan sepatan.

Selasa, 16 September 2014

Penyakit AVIAN INFLUENZA (AI)

AVIAN INFLUENZA (AI)
Sinonim : Flu Burung , Bird Flu

A. PENDAHULUAN

Avian influenza (AI) merupakan penyakit viral akut pada unggas yang disebabkan oleh virus influenza type A subtipe H5 dan H7. Semua unggas dapat terserang virus influenza A, tetapi wabah AI sering menyerang ayam dan kalkun. Penyakit ini bersifat zoonosis dan angka kematian sangat tinggi karena dapat mencapai 100%.

Jumat, 08 Agustus 2014

Vaksinasi Itik di Nurbarokah dan Plasma





Penyakit flu burung masih menghantui dunia peternakan Indonesia, terlebih saat flu burung menyerang itik. Itik yang sebelumnya menjadi hewan ternak yang kenal akan penyakit ayam juga ikut terkena serangan penyakit ini. Ribuan ekor itik mati dan petani merugi akibat serangan virus ini.
Secara teori tidak ada obat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Meski demikian, virus flu burung dapat dicegah dengan biosecurity yang baik dan vaksinasi. Pada hari kamis tanggal 7 Agustus kemarin, kami melakukan vaksinasi untuk itik betina yang akan siap produksi telur. Vaksinasi ini dilakukan dengan bantuan dari Tim Rescue UPT Balai Kesehatan Hewan dan Kesmavet Provinsi Banten. 
Pada tahap awal baru divaksin sebanyak 800an ekor itik betina, rencananya tahap kedua akan dilakukan kembali vaksinasi untuk 4000an ekor itik betina. Selain vaksinasi, kami juga diberikan pengarahan bahwa penyakit flu itik tidak datang sendiri, pasti ada yang membawanya. Flu itik bisa dibawa oleh peternaknya sendiri, itik baru dari tempat yang endemik flu burung, peralatan makan, pedagang keliling. Makanya perlu dibatasi orang yang masuk ke kandang itik. Pisahkan juga itik yang baru datang ke kandang isolasi selama 2 minggu, tidak langsung dicampur ke itik yang sudah lama dimiliki.





Kamis, 01 Mei 2014

Pertemuan Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Itik





Semarang. 30 April 2014. Kelompok ternak Nubarokah mengikuti Kegiatan ‘Pertemuan Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Itik’ yang diselenggarakan oleh Direktorat Budidaya Ternak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan bertempat di Hotel Dafam Semarang selama tiga hari dari tanggal 27-30 April 2014.
Hari pertama pertemuan berisi arahan dari direktur Budidaya Ternak sekaligus membuka acara. Hari kedua merupakan hari paling padat setidaknya ada empat  sesi pertemuan di hari ini. Sesi pertama adalah diskusi panel dengan materi Manajemen Formulasi Pakan dan bahan pakan alternative pada ternak itik yang disampaikan ole Dr. ir. Osfar Sjofjan, M.Sc dosen dari Univesitas Brawijaya Malang dilanjutkan dengan materi Manajemen Kesehatan: penerapan biosec urity level 3 pada budidaya ternak Itik oleh Drh. M Azhar, M.Si dari Keswan Pusat. Sesi kedua adalah pemaparan dari kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dengan materi Prospek Pengembangan Ternak Itik di Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan dengan sosialisasi penerapan Good Farming Practice oleh Kasubdit Ternak Unggas dan Aneka Ternak. Sesi ketiga adalah diskusi panel tentang Kebijakan Pemerintah dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk peternakan (produk hasil ternak itik) yang disampaikan oleh Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian, dilanjutkan dengan materi Penguatan Jaringan Kelembagaan Peternak Unggas Lokal oleh ketua HIMPULI. Dan sesi malam diisi oleh Succes Story Peternak Budidaya Itik dengan pembicara dari Kelompok Maju Jaya. Hari ketiga kami diajak melakukan kunjungan lapang ke kelompok Maju Jaya di kabupaten Tegal dan Kelompok Satelit di Kota Tegal. Dan hari terakhir adalah chek out dar hotel.
Setidaknya kami belajar tentang banyak hal, salah satunya adalah meningkatkan nilai tambah produk dengan melakukan pengolahan hasil ternak.

Sabtu, 30 November 2013

Mencegah penyakit hewan



November 2012 terjadi penyakit yang menghebohkan indonesia. Itik yang sebelumnya terkenal tahan penyakit, tiba-tiba terserang penyakit seperti ayam. Inilah yang kemudian heboh dengan sebutan flu itik.
Beranjak pada pengalaman tahun lalu, apalagi sekarang memasuki musin pancaroba, akhirnya kami di Nurbarokah berinisiatif untuk melakukan pelatihan internal tentang penyakit hewan, khususnya penyakit pada itik.
Bertempat di desa Gintung pada tanggal 23 November setelah Jumatan, acara pun di mulai. Hadir sebagai pembicara adalah Hj. Asmiati dari bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Tangerang, acara ini berlangsung santai.



Bu Hj. Asmiati memberberkan ciri-ciri flu burung pada itik:
  • Mata menjadi putih (pada unggas / itik) ;
  • nafsu makan berkurang ;
  • lemas ; kejang ; jengger yang bengkak dan biru ;
  • leher terputar ;
  • bintik-bintik perdarahan di kaki ;
  • keluar cairan jernih sampai kental di mata, hidung dan mulut ;
  • mencret yang berlebihan ;
  • gangguan pernafasan ;
  • kematian dengan jumlah besar.
Secara teori tidak ada obat bagi penyakit yang ditimbulkan oleh virus seperti flu burung. Namun, pada kenyataannya di setiap kasus flu burung masih ada itik yang bertahan hidup. Kemempuan itik yang selamat terletak pada daya tahan tubuh alias imun itik tersebut. Cara meningkatkan imun ini adalah dengan memberikan multivitamin ataupun makan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh seperti kunyit.
Mencegah lebih baik.
Pembicara juga berpesan bahwa mencegah adalah cara yang lebih baik sebelum terkena penyakit. Pencegahan ini terkait dengan manajemen pemeliharaan. Adapun cara pencegahan itu adalah:
  • Melakukan disinfektasi kandang sebelum itik datang
  • Ke kandang setelah mandi terlebih dahulu
  • Mencurigai itik yang baru datang dengn tidak mencampurkan pada itik yang sudah ada. Itik yang baru datang ditempatkan di kandang karantina selama 2 minggu, baru boleh dicampur dengan itik yang sudah ada.
  • Memberikan pakan terlebih dahulu ke itik yang sudah dipelihara lama, baru kemudian kepada itik yang baru datang.
  • Jika ada timbul kasus penyakit segera lapor kepada dinas terkait.
Acara pun dilanjutkan dengan sesi diskusi dan ditutup ketika ashar.